Di era digital, hampir semua aktivitas ada aplikasinya. Mulai dari ngatur keuangan, belanja, sampai hiburan seperti nonton film atau dengerin musik. Aplikasi memang bikin hidup lebih praktis, tapi kalau nggak dipilih dan dipakai dengan bijak, justru bisa bikin pengeluaran diam-diam membengkak.
Makanya, penting buat kita paham cara memilih dan menggunakan aplikasi, baik aplikasi keuangan maupun aplikasi hiburan, supaya keuangan tetap sehat dan nggak “bocor halus”.
1. Pahami Dulu Kebutuhan, Bukan Sekadar Ikut Tren
Banyak orang download aplikasi karena lagi viral atau karena ikut-ikutan teman. Padahal, belum tentu semua aplikasi itu benar-benar kita butuhkan. Aplikasi keuangan seharusnya membantu kamu lebih rapi ngatur uang, bukan cuma numpuk di HP.
Begitu juga dengan aplikasi hiburan seperti Netflix, Spotify, atau platform streaming lainnya. Coba tanyakan ke diri sendiri: seberapa sering aplikasi itu dipakai? Apakah benar-benar memberi hiburan yang sepadan dengan biaya langganannya?
2. Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
Aplikasi keuangan umumnya termasuk kebutuhan karena fungsinya membantu mengontrol uang. Sementara aplikasi hiburan lebih ke keinginan. Bukan berarti nggak boleh, tapi perlu dikontrol.
Misalnya, punya satu aplikasi streaming musik mungkin masih wajar. Tapi kalau punya tiga aplikasi streaming sekaligus dan jarang dipakai, itu bisa jadi pemborosan tanpa disadari. Dengan membedakan kebutuhan dan keinginan, kamu bisa lebih bijak menentukan aplikasi mana yang perlu dipertahankan.
3. Perhatikan Sistem Langganan dan Biaya Tersembunyi
Banyak aplikasi hiburan menggunakan sistem berlangganan bulanan. Nominalnya terlihat kecil, tapi kalau dikumpulkan bisa lumayan besar. Contohnya, langganan film, musik, cloud storage, sampai game pass.
Aplikasi keuangan bisa membantu kamu mencatat semua langganan ini, sehingga kamu tahu ke mana saja uangmu keluar setiap bulan. Dari situ, kamu bisa evaluasi aplikasi mana yang masih layak dipakai dan mana yang bisa dihentikan.
4. Manfaatkan Aplikasi Keuangan untuk Mengontrol Hiburan
Justru di sinilah aplikasi keuangan berperan penting. Kamu bisa bikin kategori khusus “hiburan” di aplikasi keuangan, lalu tentukan batas pengeluarannya. Jadi, kamu tetap bisa menikmati hiburan tanpa rasa bersalah karena sudah sesuai anggaran.
Dengan cara ini, hiburan tetap jalan, tapi kondisi keuangan juga tetap aman dan terkendali.
5. Cek Keamanan dan Akun yang Terhubung
Baik aplikasi keuangan maupun hiburan sama-sama menyimpan data pribadi. Pastikan kamu pakai password yang kuat dan aktifkan fitur keamanan tambahan jika tersedia. Jangan lupa juga cek akun yang terhubung dengan kartu debit atau e-wallet, terutama untuk aplikasi berlangganan.
Keamanan akun yang baik bisa mencegah tagihan tak dikenal atau penyalahgunaan data.
6. Evaluasi Secara Berkala
Sesekali, luangkan waktu buat ngecek aplikasi apa saja yang masih aktif di HP kamu. Lihat mana yang sering dipakai dan mana yang cuma numpang terinstal. Aplikasi hiburan yang jarang dipakai bisa dihapus atau dihentikan langganannya.
Evaluasi rutin ini kelihatannya sepele, tapi efeknya besar buat kesehatan keuangan jangka panjang.
Penutup
Teknologi seharusnya membantu hidup jadi lebih mudah, bukan bikin keuangan jadi berantakan. Dengan memilih dan menggunakan aplikasi keuangan serta hiburan secara bijak, kamu bisa tetap menikmati gaya hidup digital tanpa harus mengorbankan kondisi finansial.
Melalui program literasi keuangan yang berkelanjutan, PT BPR Putera Dana terus mengajak masyarakat untuk lebih sadar dalam mengelola keuangan, termasuk mengontrol pengeluaran dari aplikasi digital. Upaya ini sejalan dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam membangun masyarakat yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab secara finansial