Dalam upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta daya saing Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di era digital, DPK Perbarindo Malang menyelenggarakan Workshop Digital Marketing & Literasi Keuangan BPR yang bertempat di Hotel Santika Premiere Malang, Rabu (11/2).
Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus, karyawan, serta praktisi BPR yang berasal dari wilayah Malang dan sekitarnya. Workshop ini bertujuan untuk membekali peserta dengan pemahaman strategis mengenai pemanfaatan digital marketing sekaligus penguatan literasi keuangan yang relevan dengan industri perbankan rakyat.
Workshop menghadirkan Wiwit Nurchahyo, SM, CRBD, CDMS, CT BNSP sebagai fasilitator utama. Dalam sesi pemaparannya, beliau menekankan pentingnya transformasi digital bagi BPR, khususnya dalam membangun brand awareness, meningkatkan kepercayaan nasabah, serta memperluas jangkauan pasar melalui kanal digital yang tepat sasaran.
Selain membahas strategi digital marketing, peserta juga mendapatkan materi literasi keuangan yang menyoroti peran BPR sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat. Literasi keuangan dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman nasabah terhadap produk perbankan, pengelolaan keuangan yang sehat, serta pencegahan risiko keuangan di tingkat masyarakat.
“Di era digital saat ini, BPR tidak bisa hanya mengandalkan cara-cara konvensional. Digital marketing menjadi kebutuhan strategis untuk membangun kepercayaan, memperluas jangkauan nasabah, sekaligus memperkuat citra BPR sebagai lembaga keuangan yang modern namun tetap dekat dengan masyarakat.”
— Wiwit Nurchahyo, SM, CRBD, CDMS, CT BNSP
Suasana workshop berlangsung interaktif dengan diskusi, studi kasus, dan sesi tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi praktis yang dapat langsung diimplementasikan oleh masing-masing BPR.
Melalui kegiatan ini, DPK Perbarindo Malang berharap para insan BPR mampu mengadaptasi perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai-nilai pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran BPR sebagai pilar penting perekonomian daerah di tengah persaingan industri keuangan yang semakin dinamis.